time 8 months yang lalu di topik #Tips

Kelebihan Dan Kekurangan Permenhub 108 Tentang Taksi Online

Permenhub no 108 tentang angkutan online sudah diterbitkan november 2017 dan berlaku mulai januari 2018 dan akan mulai ada tindakan februari 2018.sebelum saya menulis lebih jauh saya sedikit akan bercerita kalau saya sendiri adalah sebenarnya driver online yang sudah bergabung sejak maret 2017 sebelum puasa kala itu dan itu artinya saya sudah 1 tahun menjadi driver online.saya sendiri 60 persen tidak setuju dengan pm 108 dan 40% setuju dengan pm 108 karena memang harus ada payung hukum aturan taksi online namun juga isinya harus pas dengan taksi online bukan kendaraan tempo dulu.

Permenhub 108 lebih terkesan di paksakan agar cepat jadi agar menghindari gesekan antara online dengan konvensional namun saya sendiri bertanya apakah jika kita sudah legal dan memenuhi syarat sesuai undang undang apakah ada jaminan akan aman di lapangan nah kalau saya pribadi belum tentu karena kecemburuaan akan selalu ada karena memang online yang saat ini ramai masyarakat lebih suka yang praktis dan murah.

Dalam pm 108 ditulis batas tarif atas dan tarif bawah salah satunya adalah batas tarif bawah 3500 dan tarif atas 7000 itu memang bisa diberlakukan namun di online kadang dilanggar karena ada promo potongan dan sebagainya bahkan tarif atas juga dilanggar saat jam sibuk dan driver kurang atau tidak ada maka akan ada tarif tinggi.contohnya saat malam tahun baru jalan macet driver kurang namun penumpang banyak maka online akan menaikan tarif bahkan bisa 2 kali lipat batas tarif atas.saya sendiri melihat dengan mata saya sendiri 2km koq tarifnya 35.000.nah dengan sistem tersebut kan batas tarif atas bawah jadi tidak berlaku.belum lagi promo promo dan potongan yang membuat driver risih harusnya itu ada dalam poin peraturan kan ini aturan taksi online.

Namun saya juga akan membahas kelebihan biar tidak terkesan arogan yaitu punya payung hukum dan legal di indonesia,selain itu pm 108 seperti memberikan keadilan bagi usaha transportasi lain namun inget bahwa memang ini sudah jamanya naik online masyarakat sudah pintar mana yang harus dipilih.kalau mau bersaing maka harus kreatif dan mengikuti teknologi.penggunaan stiker di mobil memang bisa bertujuan baik yaitu orang bisa tau kalau itu taksi online namun juga bisa pertanda buruk karena bisa dilempar batu dan intimidasi lain karena malah mudah di kenali orang.

Driver online pasti mau koq taat aturan namun kadang prosedur yang rumit akan membuat driver online tidak taat aturan.mengurus legal taksi online pakai duit yang tidak sedikit contoh buat sim A umum,KIR dan lain lain lain.belum lagi ancaman aplikator yang terkadang memecat atau putus mitra tanpa jelas penyebabnya sehingga membuat driver bingung dan kehilangan pekerjaan.bayangkan pak kalau abis KIR dan buat SIM A umum bapak putus mitra atau dipecat kan rasanya sakit sekali terus kepada siapa kamu mengadu?karena memang beda sistem antara konven dengan online.kadang ada penumpang naik dengan tarif 19.000 dan bayar pakai 20.000 kalau driver tidak ada kembalian 1000 kadang mereka melaporkan ke aplikator drivernya bisa di suspend bahkan Putus mitra hanya karena uang 1000.inget karena penumpang punya karakter beda beda dan itu pernah terjadi.

Sekarang kita bahas kuota di daerah.saya baca di PM 108 yang menentukan kuota adalah gubernur dan disampaikan ke dishub jika salah saya di koreksi.saya ambil contoh jogja yang bisa dikatakan kota kecil namun memang punya pengaruh cukup besar dan memang menjadi tujuan wisata yang tidak main main jika pas liburan yang datang bisa 10.000 orang lebih data tersebut saya ambil dari kedatangan bandara namun saya yakin lebih karena orang ada yang naik kereta.saya baca di berita cetak kuota untuk taksi online di jogja adalah 600 mobil dan menurut saya aneh aja.koq sedikit banget gitu lho.untuk menangani masyarakat lokal yang berangkat kerja,kuliah,dan berobat setiap harinya aja saya yakin kurang belum lagi mereka yang wisata.saya setuju dibatasi karena agar driver tetap ramai orderan namun juga saya minta kuota jangan segitu gitu lho dan idealnya adalah 3000 mobil karena ada driver juga yang tidak bekerja mungkin ada acara keluarga sakit atau sedang ingin libur.karena dari awal driver online itu mitra dan bukan karyawan.

Ada yang mengganjal di pikiran saya sebenarnya berapa batas maksimum penumpang taksi online jika merujuk ke aturan undang undang adalah 4 dan biasanya baris ke 3 adalah untuk barang atau bagasi.lalu kenapa di lapangan kami sering menjumpai penumpang lebih dari 4 kadang saya malah pernah di di order untuk membawa 8 orang dan jika tidak mau kami di cancel.kenapa pihak aplikator selain uber tidak mau memberikan edukasi atau tulisan di aplikasi bahwa batas maksimal adalah 4.yang saya perhatikan baru uber yang menulis penumpang 1-4 kenapa yang lain tidak menulis padahal jika aplikator menulis batas maksimum 4 maka penumpang jika 8 orang maka akan order 2 mobil.saya sendiri berharap untuk aplikator semua menulis batas maksimum penumpang karena itu sudah ada dalam undang undang koq.kelebihan muatan jelas merugikan driver karena bensin menjadi boros karena mesin terbebani dan juga kaki kaki mobil akan cepat rusak.

Nah kesimpulannya adalah saya menyambut baik aturan untuk taksi online namun juga masih banyak point yang belum dicantumkan di PM 108 seperti aturan Suspend atau putus mitra.saya berharap aturan direvisi atau ditambah agar bisa menjadi jalan keluar agar taksi online juga tidak dirugikan agar taksi konvensional juga merasa ada keadilan.tenang saja tidak usah terlalu emosi karena dinegara lain juga awal awal taksi online masuk juga ada pro kontra kita semua berdoa saja agar transpotasi di indonesia akan menjadi lebih baik.kebebasan berpendapat itu di lindungi undang undang.ditulis 1 februari 2018

Incoming search terms:

  • permenhub 108 mengenai taksi online
error: Content is protected !!